Untuk sahabat2ku yang sedang Allah uji melalui pasangan hidupnya… untuk sahabat2ku yang sedang merindukan tangis bayi di rumahnya… untuk sahabat2ku yang sedang Allah uji karir/bisnis-nya… untuk sahabat2ku yang sedang menanti jodoh yg shalih… untuk sahabat2ku yang sedang Allah uji dengan gangguan kesehatan… untuk kita semua yang sedang mengecap manisnya kesuksesan dan kebahagiaan… untuk kita semua yang masih mempunyai ibunda yang masih hidup… semoga catatan ini bisa menjadi inspirasi menjemput solusi dan menambah barokah-NYA.


“Dan KAMi perintahkan manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-KU dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-KU-lah kembalimu.”
QS Luqman : 14.

Ibu, ialah orang yang paling besar pengorbanannya untuk kita. Ibu, ialah orang yang paling dekat hubungannya dengan kita. Ibu, ialah orang yang telah mengasuh dan membesarkan kita dengan segenap curahan cinta dan kasih sayangnya. Karenanya, di dalam Islam, doa seorang ibu itu mustajab. Keridhaan ibu adalah keridhaan Allah juga, dan kemurkaan ibu adalah kemurkaan Allah jua.

Kesuksesan dan kebahagiaan anak, adalah sangat tergantung pada darma baktinya terhadap sang ibu. Surga itu, surga dunia maupun surga akhirat, berada di telapak kaki ibu.
Kedekatan anak dengan ibu dan lebih seringnya anak berani menentang kepada ibu daripada bapak adalah dua keadaan yang bisa saja mendorong ibu untuk mendoakan anak menjadi lebih baik dan meraih sukses di kemudian hari. Atau malah sebailiknya, sang ibu membiarkan anak hidup sengsara dan tak mau memaafkan kesalahan sang anak bila sang anak terlanjur durhaka. Atau bahkan sang ibu malah mendoakan keburukan bagi anaknya dengan kutukannya. Seperti terjadi pada diri Juraij dalam kisah klasik dan Malin Kundang dalam kisah anak dari tanah sebrang (Minangkabau)
Orang tua,khususnya ibu memiliki senjata ampuh, yaitu doa. Bila ia selalu mendoakan kebaikan bagi anaknya, maka insya Allah anak akan baik. Sebaliknya bila ibu terlanjur mengutuk anak, maka sungguh malang anak yang terkena kutuk orang tuanya. Oleh karena itu anak seharusnya berhati-hati dalam menjaga hubungan baik dengan ibu dan bapak. Berbakti dan berbuat baik haruslah diutamakan dengan sebaik-baiknya.
Profesor Doktor Shalih Al Ayid berkata,”Sesungguhnya doa ibu tidak mungkin meleset, ibuku -semoga Allah merahmatinya- selalu ridha terhadap anak-anaknya dan sangat mencintai mereka, oleh karena itu ia selalu berdoa memohon kebaikan untuk mereka di setiap waktu, berdoa dengan hati yang bersih tanpa ada dendam dan kebencian, oleh karena itu saya melihat dalam segala urusanku adalah hasil dari doa beliau secara nyata dan tidak ada keraguan sedikitpun, berapa banyak pintu kebaikan terbuka untukku dengan tidak disangka-sangka dan berapa banyak tipu daya orang-orang yang hasad dan dengki menjadi runtuh karena karunia Allah disebabkan doa ibuku yang dikabulkanNya.”
Dinukil dari risalah yang dikirim oleh Abu Ishaq [iwan@rekadaya.co.id] KEAJAIBAN DOA IBU (Oleh: Fariq Gasim Anuz)
Mari bersegera temui ibunda kita, mohon maaf kepada beliau atas segala kesalahan kita baik secara sengaja maupun tidak. Mohon maaf yang ikhlas, bila perlu tunggu hingga beliau menjawab, “Ya Mama maafkan dengan ikhlas…”
Setelah itu, minta ibunda kita memohonkan ampunan Allah atas diri kita, dan minta beliau mohonkan Allah berikan solusi terbaik bagi permasalahan hidup kita, dan minta beliau amin-kan apapun yang kita cita2kan yang terbaik menurut Allah.”
Dan tetaplah istiqomah berusaha memuliakan beliau, di sisa umurnya.
Mari menjemput keberkahan hidup…. Amiiin… :)

Sumber: www.aeresmestysofida.com